Lancarnya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang Semula Diragukan

Nama    : Mario Hermawan Setiadi

Kelas    : XII MIPA 5

Absen   : 17


 

Lancarnya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang Semula Diragukan

Penulis : Mario Hermawan Setiadi


 

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang telah berlangsung selama beberapa bulan dinilai berjalan lancar. Hal ini terbukti dari banyaknya Kepala Dinas Pendidikan di berbagai provinsi dan kota di Indonesia yang menyebut bahwa PTMT yang sudah berjalan beberapa bulan dinilai lancar. 

 

Sebelumnya, pada bulan Juli, Mendikbud-Ristek Republik Indonesia terus menerus mendesak pemerintah memperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir. Pemerintah yang asalnya ragu untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), menjadi yakin untuk memulai PTMT secara bertahap. Dan, usaha yang dilakukan pemerintah tidaklah sia-sia. Sudah terhitung 3 bulan lebih, PTMT di seluruh Indonesia berjalan dengan cukup lancar dan tidak membahayakan kesehatan. Padahal, sebelumnya, banyak pihak yang meragukan akan kelancaran PTMT. Keraguan tersebut nampaknya hanya menjadi keraguan belaka yang tidak terjadi. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) memang seharusnya sudah dilakukan secara bertahap untuk mencegah siswa kehilangan lebih banyak pembelajaran.

 

 

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) membawa banyak dampak positif, khususnya bagi siswa. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia, Nadiem Makarim, mengatakan bahwa siswa-siswi yang sudah mengikuti PTMT dapat berkomunikasi dengan baik serta percaya diri. Sementara itu, siswa-siswi yang belum mengikuti PTM umumnya memiliki kesulitan untuk percaya diri. Hal ini diakibatkan oleh kehidupan sosial yang dirasakan selama PTMT, yang sangat berbeda dengan kehidupan sosial selama masa PJJ.

 

Benarkah PTMT merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi segala kekurangan PJJ? Hampir semua orang mengatakan “Ya”. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang sudah berjalan beberapa bulan dinilai sebagai langkah yang sangat tepat. Pasalnya, siswa-siswi Indonesia telah kehilangan satu tahun pembelajaran akibat pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang kurang efektif dalam pelaksanaanya. Karena hal inilah, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sangat mungkin berdampak terhadap hilangnya pengetahuan (learning loss) siswa-siswi di Indonesia. Sebelumnya, pada saat rapat di rumah dinas Gubsu, Medan, pada Senin (25/10/2021), Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan “Dampak ini bisa sekali tetap, permanen, dan bisa menciptakan, kalau tidak berhentikan secepat mungkin, dengan aman, ini bisa menciptakan learning loss terbesar dalam sejarah Indonesia. Karena belum pernah selama ini.” 

 

Kebijakan pemerintah yang berani melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) secara bertahap sudah sangat tepat untuk mencegah learning loss yang dapat terjadi apabila PJJ tetap berlanjut. Selain itu, karakter siswa dapat terbentuk lebih baik melalui pembelajaran tatap muka. Banyak dampak positif yang dibawa oleh PTMT.

 

Di sisi lain, pemerintah harus lebih memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah yang melaksanakan PTMT. Hal ini harus dilakukan demi menjamin PTMT tetap berjalan lancar dan aman, tanpa menimbulkan kasus dan cluster baru penyebaran COVID-19. 

 

Sudah banyak upaya pemerintah yang sudah dan sedang dilakukan untuk mengusahakan PTMT dapat berjalan dengan lancar dan aman. Salah satunya yaitu dengan percepatan vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pendidik. Pada bulan Juli, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Percepatan Vaksinasi COVID-19 bagi kepala dinas Kesehatan daerah, yang di dalamnya berisi perintah untuk mempercepat vaksinasi bagi anak dan pelajar usia 12-17 tahun. Hal inilah yang membuat PTMT selama ini berjalan dengan lancar dan aman. Siswa dan guru yang sudah divaksin membuat resiko penyebaran COVID-19 selama PTMT menjadi sangat kecil. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk mengharuskan penegakan protokol kesehatan yang diawasi dengan ketat oleh Satgas (Satuan Tugas) Protokol COVID-19 di masing-masing sekolah menyumbang alasan mengapa PTMT selama ini berjalan lancar serta aman.

 

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang sudah berjalan beberapa bulan dengan lancar dan aman, diharapkan akan terus berlangsung dengan semakin lancar dan aman seiring waktu, hingga pandemi dinyatakan usai. Dengan kerjasama masyarakat, siswa, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan pemerintah dalam menaati protokol kesehatan, redaksi yakin keadaan akan kembali pada semula, dan PTMT yang terbatas akan kembali normal seperti sediakala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Kombinasi Pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia